GoBanten.com - Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi PT Asabri periode 2012–2020 kembali mencuri perhatian publik. PT Recapital Asset Management menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan manajer investasi (MI) yang ditetapkan sebagai terdakwa korporasi dalam perkara yang diduga merugikan negara hingga Rp 22,78 triliun.
Berdasarkan data Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sepuluh MI yang masuk daftar terdakwa yaitu: PT OSO Manajemen Investasi, PT Victoria Manajemen Investasi, PT Millenium Capital Management, PT Recapital Asset Management, PT Pool Advista Aset Manajemen, PT Asia Raya Kapital, PT Maybank Asset Management, PT Corfina Capital, PT Aurora Asset Management, dan PT Insight Investments Management.
Baca juga: Hak Pensiunan Terancam, DPR Soroti Krisis Dana Pensiun Krakatau Steel
Publik menyoroti PT Recapital Asset Management karena memiliki keterkaitan dengan dua tokoh nasional, yakni Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani serta Eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.
Data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) mencatat, PT Recapital Asset Management merupakan anak usaha PT Recapital Advisors yang dikendalikan oleh PT Tripillar Guna Perkasa. Rosan Roeslani tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) Tripillar, sedangkan Sandiaga Uno hanya memiliki porsi saham minoritas.
Baca juga: Pemerintah Jelaskan Alasan Cabut Status Internasional Bandara Khusus IMIP
Rosan sendiri saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi sejak 21 Oktober 2024, sekaligus CEO Daya Anagata Nusantara (Danantara), lembaga pengelola aset strategis milik negara.
Didirikan pada tahun 2000 dengan nama PT Rifan Financindo Asset Management, perusahaan ini resmi berubah menjadi PT Recapital Asset Management pada 2004. Izin usaha perusahaan diterbitkan oleh Bapepam-LK melalui SK Ketua Bapepam No. KEP-09/PM/MI/2000 tertanggal 22 Desember 2000.
Baca juga: Presiden Prabowo Batalkan PSEL Tangerang dan Tangsel, Pemerintah Siapkan Skema Baru di Jatiwaringin
Kasus Asabri kini memasuki tahap persidangan dan diperkirakan akan menjadi salah satu perkara korupsi terbesar dalam sejarah industri keuangan Indonesia.
Editor : Sondang