JAKARTA, GoBanten.com - Golongan darah O sering disebut sebagai salah satu golongan darah yang paling penting dalam pelayanan transfusi. Namun, O positif (O+) dan O negatif (O-) memiliki karakteristik serta kecocokan transfusi yang berbeda.
Perbedaan utama keduanya terletak pada faktor Rhesus (Rh). Golongan darah O tidak memiliki antigen A dan B pada permukaan sel darah merah. Sementara tanda positif atau negatif menunjukkan ada atau tidaknya protein Rh pada sel darah merah. Jika terdapat protein Rh, darah disebut positif; jika tidak ada, disebut negatif.
Baca juga: Haji 2027 Diperketat, DPR Minta Syarat Kesehatan Diterapkan Tanpa Kompromi
O- dikenal sebagai donor universal sel darah merah. Darah O negatif tidak memiliki antigen A, B, maupun RhD sehingga sel darah merahnya dapat digunakan untuk penerima dari berbagai golongan dalam kondisi yang sesuai, terutama ketika golongan darah pasien belum diketahui dalam keadaan darurat.
Namun, pemilik O- memiliki pilihan donor yang paling terbatas. Untuk transfusi sel darah merah, penerima O- pada prinsipnya hanya dapat menerima darah O-. Kondisi tersebut membuat persediaan O- menjadi sangat penting di rumah sakit.
Baca juga: Cegah TBC dan DBD, WINGS Peduli Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis
Sementara itu, O+ bukan donor universal, tetapi sel darah merahnya dapat diberikan kepada penerima dengan rhesus positif, yakni A+, B+, AB+, dan O+. Pemilik O+ juga dapat menerima sel darah merah dari O+ maupun O-.
Dari sisi jumlah, O+ jauh lebih umum dibandingkan O-. American Red Cross mencatat sekitar 38 persen populasi memiliki O+, sedangkan O- sekitar 7 persen. Tingginya jumlah pemilik O+ sekaligus membuat kebutuhan terhadap golongan darah tersebut juga besar.
Baca juga: Sasar 20.400 Penerima Manfaat, Program Sahabat Posyandu Masuki Fase Baru
Perbedaan ini menunjukkan bahwa O+ dan O- sama-sama memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan darah. O- sangat dibutuhkan untuk situasi darurat ketika golongan darah pasien belum diketahui, sedangkan O+ menjadi salah satu golongan yang paling banyak digunakan karena jumlah penerimanya sangat luas.
Meski demikian, transfusi darah tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan label O, positif atau negatif. Rumah sakit tetap melakukan pemeriksaan dan pencocokan darah untuk memastikan transfusi berlangsung aman.
Editor : Sondang