Kementerian Kehutanan

Raja Juli Antoni dan Siti Nurbaya Masuk Radar KPK dalam Kasus Hutan

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dengan sinyal terbuka pemanggilan dua nama besar—Raja Juli Antoni dan Siti Nurbaya—kasus suap Inhutani V berpotensi menjadi salah satu skandal besar di sektor kehutanan. Foto dok Kemenhut.
Dengan sinyal terbuka pemanggilan dua nama besar—Raja Juli Antoni dan Siti Nurbaya—kasus suap Inhutani V berpotensi menjadi salah satu skandal besar di sektor kehutanan. Foto dok Kemenhut.

i

JAKARTA, GoBanten.com - Kasus dugaan suap pengelolaan kawasan hutan yang menyeret PT Eksploitasi dan Industri Hutan (Inhutani) V terus bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jejak kasus ini mulai membuka potensi keterlibatan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan pandang bulu. Menurutnya, siapapun yang namanya disebut dalam keterangan saksi maupun tersangka akan dimintai pertanggungjawaban.

“Tidak menutup kemungkinan dari informasi yang kami terima, jika ada keterlibatan pejabat atau pegawai, tentu akan kami panggil,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (18/9/2025).

Pernyataan itu muncul sehari setelah KPK memeriksa Dida Migfar Ridha, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional yang juga mantan Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK. Dida dipanggil untuk memperkuat keterangan saksi-saksi lain dalam kasus ini.

Menurut Asep, dasar pemanggilan seseorang sebagai saksi jelas: bisa berasal dari keterangan pihak lain, atau dari bukti dokumen yang terkait langsung dengan dugaan tindak pidana. “Kalau ada nama atau tanda tangan pejabat dalam dokumen yang relevan, kami pasti dalami,” ujarnya.

Penyidik KPK kini menelisik dokumen-dokumen penting, termasuk surat keputusan dan persetujuan yang berkaitan dengan kerja sama pengelolaan hutan. Latar belakang penerbitan dokumen, pihak yang menandatangani, hingga potensi aliran dana suap menjadi fokus penyidikan.

Dengan sinyal terbuka pemanggilan dua nama besar—Raja Juli Antoni dan Siti Nurbaya—kasus suap Inhutani V berpotensi menjadi salah satu skandal besar di sektor kehutanan. Publik kini menanti apakah KPK benar-benar berani menelusuri keterlibatan pejabat setingkat menteri, atau kasus ini akan terhenti di level birokrat teknis.

Berita Terbaru

Apa Arti Kudus dalam Alkitab? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kehidupan

Apa Arti Kudus dalam Alkitab? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kehidupan

Sabtu, 03 Okt 2026 22:44 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 22:44 WIB

Salah satu contoh yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah Sabat.…

BINUS Terapkan Experiential Learning Lewat LBFest 2026

BINUS Terapkan Experiential Learning Lewat LBFest 2026

Jumat, 02 Okt 2026 22:50 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 22:50 WIB

Selain aktivitas jual beli, LBFest 2026 menghadirkan komunitas dan pelaku ekosistem bisnis.…

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

TTL bersama KSOP Utama Tanjung Perak mengevaluasi penerapan Zona EAZI dan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kapal.…

Aritmia Terdeteksi pada 164 Peserta Skrining EKG, Kenali Gejalanya

Aritmia Terdeteksi pada 164 Peserta Skrining EKG, Kenali Gejalanya

Kamis, 01 Okt 2026 23:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 23:01 WIB

Salah satu jenis aritmia yang perlu mendapat perhatian adalah fibrilasi atrium atau atrial fibrillation (AF).…

Yoga di Area Hotel, Aktivitas Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Yoga di Area Hotel, Aktivitas Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Minggu, 27 Sep 2026 20:54 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 20:54 WIB

Yoga di area hotel merupakan salah satu contoh bagaimana ruang hospitality dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih bermakna.…

ASEAN Targetkan 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Kuasai Keterampilan AI

ASEAN Targetkan 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Kuasai Keterampilan AI

Selasa, 22 Sep 2026 20:44 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:44 WIB

Para mitra akan membantu mengembangkan kurikulum sesuai konteks masing-masing negara serta menyelenggarakan pelatihan AI bagi guru K–12, mahasiswa, dan dosen.…