GoBanten.com - Film Warung Pocong hadir membawa warna berbeda di genre horor Indonesia dengan mengangkat kisah yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Tak sekadar menyuguhkan teror, film ini menyoroti tekanan ekonomi dan pilihan hidup yang kerap dihadapi anak muda.
Diproduksi Entelekey Media Indonesia bersama Tiger Pictures, film ini mengikuti perjalanan tiga sahabat—Kartono, Agus, dan Makmur—yang terdesak masalah finansial. Tawaran pekerjaan dengan bayaran besar menjadi titik balik, namun justru menyeret mereka ke desa terpencil dengan teror mistis yang tak terduga.
Sutradara Bendolt mengatakan, pendekatan cerita sengaja dibuat ringan agar mudah diterima berbagai kalangan. “Kami ingin menghadirkan film yang bukan hanya menakutkan, tapi juga menghibur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama soal tekanan ekonomi,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, fenomena mencari jalan pintas saat kondisi sulit menjadi isu yang relevan untuk diangkat. “Banyak orang ingin solusi cepat, tapi kadang justru berujung masalah. Itu yang kami coba ceritakan,” tambahnya.
Aktor Fajar Nugra yang memerankan Kartono mengaku memiliki kedekatan emosional dengan karakter yang dibawakan. Ia menilai sosok Kartono merepresentasikan realita generasi muda saat ini.
“Ceritanya dekat banget dengan kehidupan sekarang. Banyak yang mungkin pernah ada di posisi tertekan secara finansial, jadi terasa relate,” kata Fajar.
Hal senada disampaikan Sadana Agung yang menilai kekuatan film ini ada pada keseimbangan antara horor dan komedi. “Penonton bisa tegang, tapi tetap bisa tertawa. Itu yang bikin film ini terasa ringan,” ujarnya.
Dengan alur yang mengalir dan karakter yang terasa nyata, Warung Pocong tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang pilihan hidup di tengah tekanan ekonomi. Film ini telah tayang di bioskop sejak 9 April 2026 dan menyasar penonton yang mencari tontonan seram sekaligus relevan.
Editor : Sondang