Ini Penjelasan BPOM Tentang Kandungan Mikroplastik Dalam Kemasan Teh Celup

author Roby

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Teh celup
Teh celup

i

Jakarta, GoBanten.com - Isu mengenai kandungan mikroplastik dalam kantong teh celup sedang menjadi sorotan. Menanggapi hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa mereka masih dalam tahap investigasi lebih lanjut.

"Kami masih melakukan penelusuran sehingga belum bisa memberikan jawaban. Nanti akan kami update jika sudah ada informasi lebih lanjut," ujar Koordinator Humas BPOM, Eka Rosmalasari, dikutip dari Kompas, Jumat (28/3).

Eka menjelaskan bahwa BPOM rutin melakukan audit bulanan terhadap produk yang beredar di pasaran. Selain itu, mereka juga melakukan inspeksi insidental jika ada kasus tertentu dan memperketat pengawasan berdasarkan isu yang berkembang.

“Produk yang telah dievaluasi tentunya sudah memenuhi standar keamanan,” tambahnya.

BPOM mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek nomor izin edar produk guna memastikan keamanannya sesuai dengan data BPOM.

Seberapa Aman Kantong Teh Celup?

Sebelum laporan tentang mikroplastik dalam teh celup dirilis oleh Ecoton dan Aliansi Zerowaste, BPOM pada 2016 sempat menjelaskan bahwa kantong teh celup yang beredar di Indonesia umumnya dibuat dari kertas dan plastik.

Menurut BPOM, kantong berbahan kertas biasanya menggunakan jenis kraft dengan lapisan plastik polietilen sebagai perekat panas. Industri kertas untuk kemasan pangan juga telah menghilangkan penggunaan klorin sebagai pemutih, sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.

Sementara itu, plastik polietilen yang digunakan dalam kantong teh celup disebut tidak meleleh dalam air mendidih. Hal ini terlihat dari kantong teh celup yang tetap utuh saat diseduh dengan air panas. Selain kertas, ada juga kantong teh yang terbuat dari plastik seperti nilon, polietilen tereftalat (PET), atau asam polilaktat (PLA).

“Teh celup yang telah terdaftar di BPOM sudah melalui evaluasi keamanan pangan, termasuk dari segi kemasan,” tulis BPOM dalam keterangannya.(*)

Berita Terbaru

4 Strategi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan dan Akses Hunian

4 Strategi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan dan Akses Hunian

Sabtu, 06 Jun 2026 09:41 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 09:41 WIB

Kemajuan teknologi harus memberi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan sektor informal.…

Hunian Ramah Lingkungan dan Smart Home Dominasi Tren 2026

Hunian Ramah Lingkungan dan Smart Home Dominasi Tren 2026

Kamis, 04 Jun 2026 11:46 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 11:46 WIB

Tak sekadar pameran, event ini juga menawarkan berbagai promo agresif seperti diskon hingga 70 persen.…

Kontribusi Pelindo Petikemas Tembus Rp1,73 Triliun, Perkuat Peran Logistik sebagai Motor Ekonomi

Kontribusi Pelindo Petikemas Tembus Rp1,73 Triliun, Perkuat Peran Logistik sebagai Motor Ekonomi

Selasa, 02 Jun 2026 18:28 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 18:28 WIB

Data Badan Pusat Statistik mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,98 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025.…

DENZA Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah, Bidik Pasar Premium

DENZA Resmikan Showroom Baru di Pondok Indah, Bidik Pasar Premium

Selasa, 02 Jun 2026 18:17 WIB

Selasa, 02 Jun 2026 18:17 WIB

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi DENZA dalam membangun pengalaman merek.…

Lindee Cremona Eksplor Genre Hiphop Lewat Lagu “Malas Tapi Terpaksa”

Lindee Cremona Eksplor Genre Hiphop Lewat Lagu “Malas Tapi Terpaksa”

Kamis, 28 Mei 2026 07:25 WIB

Kamis, 28 Mei 2026 07:25 WIB

Lagu ini bukan hanya tentang rasa malas, tapi juga realita hidup yang sering kita hadapi…

Event Luxury Terbesar di Jakarta Hadirkan Tas Branded hingga Jam Vintage

Event Luxury Terbesar di Jakarta Hadirkan Tas Branded hingga Jam Vintage

Rabu, 27 Mei 2026 22:25 WIB

Rabu, 27 Mei 2026 22:25 WIB

Dengan konsep yang menggabungkan retail dan experiential event, The Collectors Club diharapkan menjadi magnet baru bagi komunitas luxury di Jakarta.…