DPD RI Dorong Penyederhanaan Regulasi dan Penguatan SDM Perancang Perda

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DPD RI hadir bukan untuk mengawasi daerah atau mengambil alih kewenangan pemerintah, tetapi memastikan kebijakan pusat dan daerah berjalan seirama demi kepentingan masyarakat. Foto ist
DPD RI hadir bukan untuk mengawasi daerah atau mengambil alih kewenangan pemerintah, tetapi memastikan kebijakan pusat dan daerah berjalan seirama demi kepentingan masyarakat. Foto ist

i

JAKARTA, GoBanten.com -Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menilai sejumlah regulasi daerah di Provinsi Jawa Barat belum sejalan dengan kebijakan nasional. Temuan tersebut disampaikan Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI, yang mencatat masih banyak Peraturan Daerah (Perda) merujuk aturan lama dan belum menyesuaikan perkembangan hukum maupun kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua III BULD DPD RI, Agita Nurfianti, mengatakan persoalan utama berada pada ketidaksinkronan regulasi pusat–daerah serta lambatnya proses harmonisasi terhadap Perda yang sudah tidak relevan. Paparan itu disampaikan saat Kunjungan Kerja Pemasyarakatan Keputusan DPD RI terkait pemantauan dan evaluasi Ranperda dan Perda di Jawa Barat, yang difasilitasi Kanwil Kemenkumham Jabar.

Menurut Agita, penyusunan Perda juga terhambat oleh minimnya tenaga perancang, lemahnya koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD), hingga panjangnya proses fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi. Rendahnya partisipasi publik, termasuk dari komunitas adat, membuat beberapa Perda dinilai tidak operasional dan kurang efektif saat diterapkan di lapangan.

“Di tengah tarik-menarik kewenangan antara pusat dan daerah, tantangan terbesarnya adalah menghasilkan Perda yang benar-benar berkualitas sebagai fondasi kemandirian daerah,” ujar Agita, Senin (1/12/2025).

Ia menuturkan ada dua kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kualitas legislasi daerah. Pertama, daerah memerlukan ruang kewenangan yang lebih luas agar dapat mengatur isu strategis sesuai kebutuhan lokal. Kedua, diperlukan dukungan lebih kuat dari sisi formil, mulai dari penguatan harmonisasi, fasilitasi, hingga peningkatan kapasitas SDM perancang peraturan.

Dalam diskusi bersama DPRD provinsi dan kabupaten/kota, sejumlah persoalan juga mencuat, termasuk disharmoni regulasi pusat–daerah, kualitas Naskah Akademik yang belum memadai, serta kebutuhan evaluasi menyeluruh terhadap Perda lama. Adopsi metode omnibus law dan penyederhanaan regulasi disebut sebagai kebutuhan mendesak.

Selain itu, beberapa daerah mengungkap adanya perbedaan pemahaman dengan pemerintah pusat terkait isu strategis seperti pengelolaan sampah, pemekaran daerah dan desa, batas wilayah, hingga penerapan regulasi ruang terbuka hijau (RTH). Keterlambatan terbitnya regulasi turunan, seperti Peraturan Pemerintah dari UU Desa, turut menghambat pembahasan Ranperda.

“Secara umum, daerah menegaskan perlunya peningkatan kualitas SDM, percepatan harmonisasi, dan dukungan dari pusat agar pembentukan Perda lebih efektif dan kontekstual,” kata Agita.

Meski menghadapi sejumlah kendala, BULD DPD RI mengapresiasi kerja sama antara Pemprov Jabar dan Kanwil Kemenkumham Jabar dalam mendorong lahirnya produk hukum daerah yang responsif dan sesuai kebutuhan masyarakat. DPD RI, lanjut Agita, berkomitmen menjaga harmonisasi antara legislasi pusat dan daerah agar saling menguatkan.

Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, GKR Hemas, menegaskan bahwa DPD RI memiliki peran strategis sebagai pengawal otonomi daerah, termasuk memastikan kebijakan pusat dan daerah tidak saling bertentangan.

“DPD RI hadir bukan untuk mengawasi daerah atau mengambil alih kewenangan pemerintah, tetapi memastikan kebijakan pusat dan daerah berjalan seirama demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua II BULD DPD RI Abdul Hamid, Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Asep Sutandar, serta jajaran terkait.

Berita Terbaru

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

TTL bersama KSOP Utama Tanjung Perak mengevaluasi penerapan Zona EAZI dan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kapal.…

Yoga di Area Hotel, Aktivitas Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Yoga di Area Hotel, Aktivitas Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Minggu, 27 Sep 2026 20:54 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 20:54 WIB

Yoga di area hotel merupakan salah satu contoh bagaimana ruang hospitality dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih bermakna.…

ASEAN Targetkan 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Kuasai Keterampilan AI

ASEAN Targetkan 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Kuasai Keterampilan AI

Selasa, 22 Sep 2026 20:44 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:44 WIB

Para mitra akan membantu mengembangkan kurikulum sesuai konteks masing-masing negara serta menyelenggarakan pelatihan AI bagi guru K–12, mahasiswa, dan dosen.…

Jemaat GKPI Diancam Senjata Tajam Saat Beribadah di Tangerang, Amnesty Tegaskan Proses Hukum Harus Jalan

Jemaat GKPI Diancam Senjata Tajam Saat Beribadah di Tangerang, Amnesty Tegaskan Proses Hukum Harus Jalan

Selasa, 22 Sep 2026 20:29 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:29 WIB

Menurut Wirya, proses hukum terhadap dugaan pembubaran ibadah dan intimidasi harus tetap berjalan meskipun kedua pihak telah mencapai kesepakatan damai.…

Ibadah Jemaat GKPI Tangerang Dibubarkan, DPD RI Minta Pemerintah Turun Tangan

Ibadah Jemaat GKPI Tangerang Dibubarkan, DPD RI Minta Pemerintah Turun Tangan

Senin, 21 Sep 2026 13:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:47 WIB

Filep menekankan terdapat dua aspek yang perlu berjalan bersamaan, yakni perlindungan kebebasan beribadah dan kepatuhan terhadap aturan penggunaan.…

Ruang Hijau dan Fasilitas Komunitas Jadi Tren Baru Hunian di Tangerang

Ruang Hijau dan Fasilitas Komunitas Jadi Tren Baru Hunian di Tangerang

Senin, 21 Sep 2026 13:24 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:24 WIB

Kehadiran ruang hijau tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara area dalam dan luar rumah.…