GoBanten.com - Sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 40 lainnya luka-luka dalam bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa di sekitar Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan. Aksi massa dipicu kemarahan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Otoritas medis di Rumah Sakit Sipil Karachi menyatakan sebagian besar korban tewas mengalami luka tembak. Puluhan korban luka dirawat di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta, termasuk beberapa anggota kepolisian.
Polisi menembakkan gas air mata dan melepaskan tembakan peringatan ketika ratusan demonstran berusaha menembus pengamanan menuju kompleks konsulat, Senin (2/3/2026).
Sejumlah rekaman yang beredar menunjukkan massa merusak fasilitas bangunan dan membakar bagian area resepsionis, sementara pos polisi di sekitar lokasi turut diserang dan dibakar.
Aksi serupa dilaporkan terjadi di Lahore, ketika massa mencoba mendekati kantor perwakilan Amerika Serikat dan bentrok dengan aparat. Di Islamabad, akses menuju kawasan diplomatik ditutup total untuk mencegah eskalasi.
Pemerintah Provinsi Sindh membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab kematian dan prosedur pengamanan yang berujung korban jiwa. Otoritas setempat menyampaikan duka cita sekaligus menyerukan penyaluran aspirasi secara damai.
Editor : Sondang